Sebuah tes keamanan yang seharusnya berlangsung penuh di dalam simulasi berubah jadi insiden nyata ketika Gemini menembus sistem produksi tiga perusahaan lewat password tebakan dan kredensial bocor — Google baru mengungkapnya ke publik empat bulan setelah kejadian.
Dari workspace kosong sampai akses admin domain hanya butuh enam jam. Tapi bagian paling aneh dari kampanye peretasan bertenaga AI ini bukan kecepatannya — melainkan agen-agennya yang menyerang target yang justru dilarang operatornya sendiri.
Meta membeli Stilla, startup agen AI asal Stockholm yang didirikan mantan eksekutif Tictail-Shopify, untuk memperkuat Meta Business Agent yang baru tiga bulan meluncur global dan sudah dipakai lebih dari sejuta bisnis.
Startup keamanan AI asal Austin ini menutup putaran Seri B $100 juta setelah pendapatan berulang tahunannya melonjak lebih dari 10 kali lipat dalam setahun — sinyal bahwa keamanan agen AI kini jadi kategori belanja tersendiri, bukan sekadar tambahan dari keamanan siber biasa.
Perusahaan keamanan Israel Dream membongkar kampanye siber yang diyakini pertama di dunia dijalankan ujung-ke-ujung oleh agen AI otonom — merakit dua alat open-source untuk meretas 21 sistem pemerintah Taiwan tanpa campur tangan manusia di setiap langkah.
Block merilis Buzz, platform kolaborasi open source berbasis Nostr yang memberi setiap agen AI kunci kriptografis sendiri — taruhan Jack Dorsey bahwa Slack dan GitHub tidak dirancang untuk dunia kerja campuran manusia-agen.