AMD Tembus Kapitalisasi Pasar $1 Triliun untuk Pertama Kali, Susul Nvidia di Rally Saham Chip AI

Saham AMD melompat 9,6% dalam satu hari perdagangan, Senin (21/9), menyentuh rekor tertinggi $613,31 dan untuk pertama kalinya mendorong kapitalisasi pasar perusahaan menembus angka $1 triliun (CNBC). Momentum itu adalah puncak dari rally lima hari beruntun yang menambah sekitar seperempat nilai saham AMD hanya dalam sepekan.

Lonjakan lima hari yang berujung rekor

Kenaikan Senin bukan lonjakan satu hari yang berdiri sendiri. Dalam lima sesi perdagangan beruntun, saham AMD naik sekitar 24-25%, dengan puncaknya menyentuh harga intraday $615,52 (CNBC). Secara year-to-date, saham perusahaan sudah naik lebih dari 180% sepanjang 2026 — performa yang jauh melampaui indeks Nasdaq secara keseluruhan. Semafor mencatat lonjakan ini adalah bagian dari rally lebih luas di saham-saham chip, dengan investor memburu perusahaan yang dianggap diuntungkan langsung oleh ledakan infrastruktur AI (Semafor).

Klub triliun dolar yang makin ramai

Dengan pencapaian ini, AMD menjadi chipmaker asal Amerika Serikat keempat yang menembus kapitalisasi pasar $1 triliun, menyusul Nvidia, Broadcom, dan Micron yang lebih dulu mencapai level tersebut (RTÉ). Nvidia masih jauh memimpin sebagai perusahaan paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar $5,48 triliun — lebih dari lima kali nilai AMD saat ini. Namun di jajaran para pesaingnya sendiri, AMD kini justru melampaui Intel, rival lawasnya di pasar prosesor: valuasi AMD sekitar $352 miliar lebih tinggi dari kapitalisasi pasar Intel yang berada di kisaran $648 miliar, menjadikan AMD bernilai sekitar 1,5 kali lipat Intel (CNBC).

Seseorang memegang chip prosesor komputer
Seseorang memegang chip prosesor komputer

Di balik angka: permintaan pusat data AI dan kesepakatan Oracle

Lonjakan valuasi ini tidak lepas dari angka bisnis yang mendasarinya. Pada kuartal kedua 2026, AMD membukukan pendapatan $11,54 miliar, naik 50% dibanding $7,69 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan segmen Data Center menjadi motor utamanya — pendapatan segmen itu mencapai $6,7 miliar, melonjak 107% secara tahunan (Semafor). CEO Lisa Su bulan lalu, dalam panggilan laporan keuangan perusahaan, menyampaikan bahwa AMD memproyeksikan penjualan segmen data center bisa berlipat ganda pada 2027 — sinyal bahwa manajemen sendiri memperkirakan siklus permintaan chip AI ini masih jauh dari puncaknya.

Salah satu pemicu konkret di balik keyakinan investor adalah kesepakatan AMD dengan Oracle yang diumumkan menjelang lonjakan saham ini: Oracle akan menjadi hyperscaler pertama yang mengoperasikan supercluster AI publik berbasis chip AMD Instinct MI450 generasi terbaru, dengan penggelaran awal 50.000 unit GPU dimulai kuartal ketiga 2026 dan ekspansi lanjutan disiapkan untuk 2027 (Tom's Hardware). Chip MI450 itu sendiri dibangun di atas arsitektur CDNA 5 dan diproduksi dengan proses 2nm TSMC, dikemas dalam rak Helios — desain rak skala penuh AMD yang pertama kali dipamerkan di CES 2026 dan resmi diluncurkan pada ajang Advancing AI 2026 pertengahan tahun ini.

Rak server dengan lampu hijau berkedip
Rak server dengan lampu hijau berkedip

Bagi investor, kesepakatan Oracle ini penting karena mengubah narasi AMD dari sekadar "alternatif Nvidia di atas kertas" menjadi bukti bahwa hyperscaler kelas atas benar-benar bersedia mendiversifikasi pemasok GPU AI mereka. Kombinasi lonjakan pendapatan Data Center 107% secara tahunan dengan pesanan konkret sebesar ini adalah yang membedakan rally kali ini dari sekadar spekulasi berbasis proyeksi masa depan — AMD selama ini diposisikan sebagai pesaing terdekat Nvidia di segmen GPU untuk kebutuhan AI, dan investor kini menempatkan taruhan besar bahwa perusahaan bisa terus merebut pangsa pasar seiring hyperscaler lain menyusul langkah Oracle.

Risiko di balik euforia rally

Pencapaian $1 triliun ini datang di tengah kekhawatiran yang lebih luas soal apakah rally saham-saham terkait AI sudah mulai mendekati wilayah valuasi yang terlalu optimistis. Dengan saham naik hampir tiga kali lipat dalam waktu kurang dari sembilan bulan, sebagian dari kenaikan ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan jangka panjang yang belum sepenuhnya terbukti di angka pendapatan aktual — meski tren kuartal kedua memang mendukung optimisme tersebut. Sejarah pasar saham teknologi menunjukkan bahwa rally setajam ini rentan terhadap koreksi tajam begitu ekspektasi pasar gagal terpenuhi, atau begitu muncul tanda-tanda perlambatan belanja modal dari para pelanggan pusat data besar yang selama ini menopang permintaan chip AI.

Takeaway

AMD menembus kapitalisasi pasar $1 triliun berkat kombinasi rally saham lima hari yang tajam dan angka bisnis Data Center yang memang tumbuh signifikan secara tahunan — bukan sekadar sentimen pasar semata. Pencapaian ini menempatkan AMD sejajar dengan Nvidia, Broadcom, dan Micron di klub chipmaker AS bernilai triliunan dolar, sekaligus membuat valuasi pasarnya kini jauh melampaui Intel, rival lawasnya di pasar prosesor. Namun dengan saham yang sudah naik lebih dari 180% tahun ini, ujian sesungguhnya bagi AMD adalah mempertahankan momentum pertumbuhan Data Center yang dijanjikan Lisa Su — bukan sekadar menikmati euforia rally chip AI yang sedang berlangsung.

---

Sumber gambar: Brian Kostiuk di Unsplash Sumber gambar: Domaintechnik di Unsplash

The conversation 0

No comments yet. Start the conversation.

Comments are reviewed before appearing. Links are masked.