Dua atau empat chip M8 Ultra dijejalkan dalam satu unit rak — itu rancangan server AI yang menurut laporan terbaru sedang digodok Apple, lengkap dengan rencana meminjam teknologi interkoneksi dari rival lamanya sendiri di dunia chip: Nvidia. Kabar ini pertama kali dilaporkan Bloomberg pada 16 September 2026 dan langsung dikonfirmasi ulang lewat pemberitaan sejumlah media teknologi lain dalam dua hari berikutnya (Bloomberg, 9to5Mac).
Bukan buat Mac, tapi buat pusat data
Yang bikin proyek ini berbeda dari kebiasaan Apple selama ini adalah tujuannya. M8 Ultra bukan dirancang untuk hidup di dalam Mac Studio berikutnya, melainkan untuk dipasang di rak data center dan dijual langsung ke pengembang AI, perusahaan, serta lembaga pemerintah yang ingin menjalankan model AI di infrastruktur milik mereka sendiri — bukan menyewa kapasitas dari cloud publik seperti AWS atau Azure (the-decoder). Fokusnya juga spesifik: inferensi, yakni menjalankan model yang sudah dilatih, bukan melatih model baru dari nol — kebutuhan komputasi yang jauh lebih banyak diminati perusahaan biasa ketimbang laboratorium riset AI raksasa.
Sudut "kedaulatan data" ini yang membuat rencana ini masuk akal secara bisnis. Perusahaan dan pemerintah yang tidak mau data serta beban kerja AI mereka berada di infrastruktur cloud pihak ketiga adalah segmen pasar yang terus tumbuh, dan selama ini nyaris seluruhnya dikuasai oleh sistem berbasis GPU Nvidia atau AMD. Apple melihat celah di situ — menjual "private AI" versi rak server, dengan jaminan keamanan dan efisiensi energi ala chip Apple Silicon yang selama ini jadi andalan pemasaran lini Mac.
Ini juga bukan langkah asing bagi Apple kalau dilihat dari sejarahnya. Sebelum lini Xserve dihentikan pada 2011, Apple pernah punya bisnis server sendiri, meski tak pernah jadi pemain besar di pasar itu. Bedanya sekarang, pasar yang disasar sama sekali berbeda — bukan lagi server file-sharing kantor kecil, melainkan infrastruktur inferensi AI yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan seiring makin banyak perusahaan memindahkan chatbot, asisten AI, dan alat otomatisasi internal mereka dari eksperimen ke produksi.
Seseorang memegang cell processor komputer
Nvidia, rival yang justru jadi mitra teknis
Bagian paling mengejutkan dari laporan ini bukan soal chipnya, melainkan siapa yang mungkin membantu menyambungkannya. Apple punya teknologi UltraFusion sendiri untuk menyatukan dua die SoC kelas atas jadi satu chip — itulah cara M1 Ultra dan penerusnya dibuat. Tapi UltraFusion dirancang untuk menyatukan chip di dalam satu paket, bukan untuk menyambungkan puluhan atau ratusan chip antar-server dalam skala data center. Untuk kebutuhan "scale-up dan scale-out" semacam itu, Apple dilaporkan sedang berdiskusi menggunakan NVLink Fusion — interkoneksi berkecepatan tinggi milik Nvidia yang sejauh ini sudah dilisensikan ke MediaTek, d-Matrix, AWS, Qualcomm, Arm, Fujitsu, dan Marvell (Tom's Hardware).
Kalau kesepakatan ini benar-benar terjadi, itu artinya Apple — perusahaan yang terkenal keras kepala membangun nyaris semua hal dari nol demi kontrol penuh atas produknya — memilih pragmatisme di titik ini. Alih-alih menghabiskan bertahun-tahun mengembangkan interkoneksi scale-out sendiri, Apple tampaknya lebih memilih meminjam teknologi yang sudah matang dan sudah jadi standar de facto di industri AI, meski itu berarti bergantung pada perusahaan yang secara historis bukan mitra dekatnya.
Siapa yang mendorong proyek ini — dan kapan nyatanya
Proyek server AI ini dilaporkan dimulai sekitar setahun lalu dan mendapat dukungan langsung dari John Ternus, saat itu masih menjabat kepala divisi hardware engineering Apple. Ternus kini sudah naik jabatan menjadi CEO Apple, yang membuat proyek yang ia rintis punya bobot politik internal lebih besar dibanding sekadar eksperimen tim riset (BusinessToday).
Meski begitu, garis waktunya jauh dari mendesak: peluncuran server ini tidak akan terjadi sebelum 2029, dan laporan menegaskan rencana ini belum final — proyek masih bisa dibatalkan sepenuhnya, atau tetap diluncurkan tanpa NVLink Fusion kalau negosiasi dengan Nvidia gagal. Apple sendiri belum memberi konfirmasi publik apa pun soal proyek ini; seluruh informasi berasal dari laporan sumber anonim yang kemudian dikonfirmasi ulang oleh beberapa outlet secara independen (Tom's Hardware).
Jarak empat tahun itu bukan hal sepele di industri chip AI yang bergerak secepat ini. Generasi GPU Nvidia sendiri sudah berganti nama beberapa kali sejak Hopper ke Blackwell lalu ke lini berikutnya, dan AMD terus mengejar dengan seri Instinct-nya. Kalau M8 Ultra baru siap dipasarkan 2029, chip itu harus bersaing dengan sistem generasi yang jauh lebih matang saat itu, bukan dengan Nvidia atau AMD hari ini — tantangan yang sama persis dihadapi startup-startup chip inferensi lain yang juga menargetkan peluncuran produk di rentang 2028-2030.
Perangkat Apple — ilustrasi lini produk berbasis chip Apple Silicon
Takeaway
Rencana server AI M8 Ultra menunjukkan Apple mengincar segmen pasar AI yang selama ini nyaris tak tersentuh oleh lini produknya: infrastruktur inferensi enterprise dan pemerintah yang mengutamakan kontrol data di atas segalanya. Tapi jarak empat tahun sampai peluncuran, ditambah statusnya yang belum final dan kemungkinan kerja sama dengan Nvidia yang masih berupa diskusi, membuat ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal arah jangka panjang ketimbang produk yang siap dinanti. Yang jelas menarik untuk diikuti: kalau Apple dan Nvidia benar-benar mengesahkan kerja sama interkoneksi ini, itu akan jadi salah satu aliansi teknis paling tak terduga di industri chip dalam beberapa tahun terakhir.
---
Sumber gambar: Domaintechnik di Unsplash Sumber gambar: Brian Kostiuk di Unsplash Sumber gambar: William Hook di Unsplash
The conversation 0
No comments yet. Start the conversation.