Awal tahun ini DeepSeek masih dikendalikan hampir sepenuhnya oleh pendirinya, Liang Wenfeng, tanpa satu pun investor luar di kap perusahaan. Sepuluh minggu terakhir mengubah itu total: dari valuasi implisit $20 miliar di bulan Mei, ke lebih dari $50 miliar setelah putaran pertama ditutup Juni, ke $71 miliar di bulan Juli, dan kini — menurut sejumlah laporan yang saling menguatkan — lab AI asal Hangzhou itu tengah menutup putaran kedua senilai $7,4 miliar dengan valuasi pre-money $74 miliar, ditargetkan rampung akhir Agustus 2026 (China Money Network; TechStartups).
Dari Swadana Total ke Putaran Pertama $7,4 Miliar
Sampai awal 2026, DeepSeek adalah anomali di industri AI: riset dibiayai murni dari kantong sendiri, dengan Liang menguasai sekitar 90% saham dan menolak masuknya modal ventura dari luar — kontras tajam dengan OpenAI atau Anthropic yang sejak awal bergantung pada putaran investasi raksasa. Itu berubah Mei lalu, saat DeepSeek mulai membuka pembicaraan dengan calon investor, dan valuasi yang diperbincangkan melonjak dari $20 miliar ke $45 miliar hanya dalam hitungan minggu (TechCrunch).
Putaran itu akhirnya resmi ditutup Juni dengan nilai $7,4 miliar dan valuasi post-money di atas $50 miliar — dipimpin Tencent dan raksasa baterai CATL (Contemporary Amperex Technology Limited), dengan ko-investasi dari National AI Industry Investment Fund milik pemerintah China. Liang sendiri dilaporkan menyuntikkan sekitar $3 miliar dari kantong pribadinya ke putaran ini (Forbes).
Putaran Kedua: Target Akhir Agustus, Valuasi $74 Miliar
Yang membuat cerita ini tidak biasa bukan cuma besarnya angka, tapi kecepatannya. Baru sebulan setelah putaran pertama ditutup, DeepSeek sudah kembali bernegosiasi untuk putaran baru dengan valuasi pre-money $71 miliar (Financial Times, via Cryptobriefing). Sebulan setelah itu, angkanya naik lagi jadi $74 miliar untuk putaran senilai sekitar 50 miliar yuan (~$7,4 miliar) yang ditargetkan rampung akhir Agustus ini — sumber-sumber menyebut CATL kembali ikut serta bersama Shixiang Capital, sementara Bloomberg melaporkan raksasa modal Monolith tengah dalam pembicaraan untuk ikut masuk, meski belum final (Bloomberg).
Perlu digarisbawahi: DeepSeek sendiri belum mengonfirmasi putaran ini secara resmi. Angka nominal, daftar investor, dan jadwal penutupan yang beredar masih berstatus laporan dari sumber-sumber yang mengetahui pembicaraan, bukan transaksi yang sudah rampung.
Untuk Apa Dana Sebesar Ini
Menurut laporan-laporan tersebut, dana segar dari kedua putaran diarahkan ke dua hal utama: riset dan pengembangan model, serta ekspansi besar-besaran infrastruktur komputasi. Ini penting karena narasi awal DeepSeek justru dibangun di atas efisiensi — model R1 yang mencuat awal 2025 dipuji karena dilatih dengan daya komputasi dan biaya jauh lebih kecil dibanding model raksasa AS. Kini, dengan valuasi yang melesat dan kas segar dalam jumlah besar, DeepSeek tampak bergerak ke mode yang lebih mirip para pesaingnya: menimbun kapasitas komputasi dalam skala besar untuk generasi model berikutnya, di tengah pembatasan ekspor chip AI kelas atas dari AS ke China yang masih berlaku.
Pergeseran ini juga mengubah struktur kepemilikan perusahaan. Dari lab riset yang nyaris seluruhnya milik satu orang, DeepSeek kini punya barisan investor institusional dengan kepentingan finansial langsung pada kecepatan pertumbuhan dan jalur keluar (exit) — sesuatu yang lazim di Silicon Valley tapi baru bagi DeepSeek.
Menuju IPO di Shanghai STAR Market
Putaran pendanaan ini disebut sebagai batu loncatan menuju pencatatan saham perdana (IPO) domestik. Sumber-sumber memperkirakan DeepSeek bisa mengajukan pendaftaran IPO paling cepat akhir 2026, dengan target debut di Shanghai STAR Market — bursa yang dirancang China khusus untuk perusahaan teknologi dan sains — pada 2027 (China Money Network).
Memilih STAR Market ketimbang bursa luar negeri bukan kebetulan: ini sejalan dengan dorongan pemerintah China agar perusahaan teknologi strategis, terutama di sektor AI, tetap tercatat dan diawasi di dalam negeri. Jika IPO ini terwujud, DeepSeek akan jadi salah satu debutan AI generatif terbesar di bursa China, dan uji nyata pertama soal berapa nilai pasar publik bersedia memberi harga pada lab yang reputasinya dibangun di atas efisiensi, bukan skala modal semata.
Takeaway
Dalam waktu kurang dari empat bulan, DeepSeek berpindah dari lab riset swadana tanpa investor luar menjadi perusahaan yang tengah menegosiasikan putaran pendanaan keduanya dengan valuasi $74 miliar — sambil bersiap IPO di Shanghai STAR Market pada 2027. Kecepatan kenaikan valuasi ini ($20 miliar → $50 miliar → $71 miliar → $74 miliar dalam sepuluh minggu) menunjukkan betapa derasnya modal yang mengejar pemain AI China pasca-R1, tapi juga membalikkan identitas DeepSeek: dari simbol efisiensi hemat-komputasi, menjadi pemain yang kini butuh dana raksasa untuk membeli kapasitas komputasi dalam skala yang sama dengan rival-rivalnya di AS. Angka-angka ini masih berstatus laporan sumber, belum konfirmasi resmi — tapi arah pergerakannya sudah cukup jelas.
---
Sumber gambar: Vishnu Mohanan di Unsplash Sumber gambar: imgix di Unsplash Sumber gambar: Brian Kostiuk di Unsplash
The conversation 0
No comments yet. Start the conversation.