DeepSeek V4 Resmi Jadi Model Utama, Raksasa Teknologi China Berebut Chip Huawei

Pukul 15:59 UTC hari ini, alias deepseek-chat dan deepseek-reasoner yang selama ini jadi pintu masuk default ke API DeepSeek resmi berhenti berfungsi. Siapa pun yang masih memanggil nama lama itu akan mendapat error, bukan lagi diarahkan diam-diam ke model baru seperti selama masa transisi. Ini bukan sekadar pembersihan API — ini penanda bahwa DeepSeek V4 sudah lulus dari status preview dan menjadi model produksi utama, tiga bulan setelah pertama kali dirilis sebagai preview pada 24 April 2026 (TechNode).

Yang membuat momen ini lebih dari sekadar rilis model biasa: DeepSeek V4 dioptimalkan khusus untuk berjalan di atas chip AI Huawei, bukan Nvidia — dan keputusan itu baru saja memicu perburuan chip besar-besaran di antara raksasa teknologi China.

V4 resmi, alias lama mati, dua varian tetap jalan

V4 datang dalam dua varian yang sudah dikenal sejak masa preview: V4-Pro dengan 1,6 triliun parameter total (49 miliar aktif per token) untuk reasoning dan tugas agentic kompleks, serta V4-Flash yang lebih ringan dengan 284 miliar parameter total (13 miliar aktif) untuk inferensi cepat dan murah. Keduanya open-weight di bawah lisensi MIT dan mendukung context window 1 juta token secara default (TechNode).

Mulai hari ini, semua trafik API wajib memakai identifier eksplisit deepseek-v4-pro atau deepseek-v4-flash — tidak ada lagi jalur fallback ke alias lama. Bagi tim yang belum migrasi endpoint-nya, ini berarti downtime instan begitu jam 15:59 UTC lewat, karena masa tenggang tiga bulan sejak preview April sudah dianggap cukup untuk migrasi.

Tencent Cloud jadi mitra peluncuran pertama untuk versi resmi ini, mengaktifkan node Singapura di platform internasionalnya dan mengintegrasikan V4 ke TI-ONE, ADP, serta EdgeOne — memperluas akses global ke model ini di luar API langsung DeepSeek.

server rack
server rack

Skema harga peak-valley: dua kali lipat di jam sibuk

Perubahan paling terasa buat developer bukan cuma soal nama model, tapi skema harga baru yang disebut "peak-valley pricing". Selama jam sibuk Beijing (09.00–12.00 dan 14.00–18.00 waktu setempat), tarif API V4-Pro naik dua kali lipat dari harga normal: dari 0,025/3,00/6,00 RMB (cache hit/cache miss/output per juta token) menjadi 0,05/6,00/12,00 RMB di jam puncak — setara sekitar USD 1,76 per juta token output. V4-Flash mengikuti pola serupa dengan harga output puncak sekitar USD 0,59 per juta token. Di luar jam sibuk, tarif kembali ke harga dasar yang lebih murah, dan DeepSeek menjanjikan pemberitahuan 24 jam sebelum perubahan harga berlaku (TechNode; Phemex News).

Skema ini membuat DeepSeek jadi lab AI besar pertama yang secara terbuka menerapkan congestion pricing ala listrik atau tol ke API model bahasa — insentif eksplisit bagi workload yang bisa ditunda untuk digeser ke luar jam kerja Beijing.

programming
programming

Efek samping yang lebih besar: rebutan chip Huawei

Bagian paling signifikan justru bukan di sisi harga, melainkan di sisi hardware. Menurut laporan eksklusif Reuters, DeepSeek V4 dilatih dan dioptimalkan khusus untuk chip Ascend 950 buatan Huawei — bukan Nvidia — dan langkah itu langsung memicu ByteDance, Tencent, serta Alibaba berlomba menghubungi Huawei untuk mengamankan pasokan chip baru. Perusahaan penyedia layanan cloud computing dan penyewaan GPU di China ikut memburu unit yang sama (Reuters, via Yahoo Finance).

Ascend 950PR disebut jauh mengungguli Nvidia H20 — chip yang selama ini jadi versi "diturunkan spesifikasinya" khusus untuk pasar China di bawah pembatasan ekspor AS — meski masih tertinggal dari H200 milik Nvidia. Huawei dilaporkan berencana mengirim sekitar 750.000 unit Ascend 950PR tahun ini, dengan produksi massal dimulai April dan pengiriman skala penuh berjalan di paruh kedua 2026 (Reuters, via Yahoo Finance).

Ini menjadikan V4 bukti konkret pertama bahwa model kelas frontier China bisa dilatih dan dijalankan tanpa bergantung pada chip Nvidia — sebuah target strategis yang selama ini didorong Beijing tapi jarang dibuktikan di model sekelas V4 yang benar-benar bersaing di benchmark agentic dengan GPT dan Claude generasi terbaru. Detail migrasi API dan jadwal retirement alias juga sudah dipetakan developer pihak ketiga jauh-jauh hari, tanda betapa krusialnya tenggat ini bagi ekosistem yang bergantung pada DeepSeek (DigitalApplied).

Takeaway

DeepSeek V4 resmi berstatus produksi hari ini, dan tiga hal terjadi bersamaan: alias API lama mati permanen jadi tekanan migrasi buat developer, skema harga peak-valley memperkenalkan congestion pricing ke pasar model bahasa, dan optimasi model untuk chip Huawei memicu perburuan Ascend 950 di antara raksasa teknologi China. Bagi tim yang membangun di atas DeepSeek, urusan paling mendesak adalah teknis — pastikan endpoint sudah memanggil deepseek-v4-pro atau deepseek-v4-flash secara eksplisit. Tapi cerita yang lebih besar ada di balik layar: model open-weight yang bersaing dengan frontier AS ini sekaligus jadi bukti bahwa rantai pasok chip AI China sudah cukup matang untuk melatih model kelas dunia tanpa Nvidia — sesuatu yang akan terus membentuk arah persaingan chip AS-China ke depan.

---

Sumber gambar: Vishnu Mohanan di Unsplash Sumber gambar: imgix di Unsplash Sumber gambar: Ilya Pavlov di Unsplash

The conversation 0

No comments yet. Start the conversation.

Comments are reviewed before appearing. Links are masked.