Etched Kejar Valuasi $20 Miliar, Cuma Sebulan Usai Jadi Unicorn AI Chip

Enam pekan lalu Etched baru saja menyandang status unicorn dengan valuasi $5 miliar. Sekarang, startup chip AI ini sedang menegosiasikan dua putaran pendanaan sekaligus — satu di valuasi $10 miliar dipimpin Sequoia Capital, satu lagi di $20 miliar dipimpin investor lama Jane Street — dan keduanya belum juga rampung per 17 Juli 2026 menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip Investing.com. Kalau putaran $20 miliar itu tuntas, valuasi Etched melonjak empat kali lipat hanya dalam hitungan minggu.

Dua putaran, satu perusahaan, dalam waktu hampir bersamaan

Yang tidak biasa dari kabar ini bukan cuma angkanya, tapi strukturnya. Etched dilaporkan tengah bernegosiasi dengan dua kelompok investor berbeda secara paralel: satu kesepakatan dipimpin Sequoia Capital di valuasi sekitar $10 miliar, satu lagi — jauh lebih tinggi — dipimpin Jane Street di sekitar $20 miliar. Belum jelas apakah keduanya akan berjalan bersamaan atau salah satunya bakal menggantikan yang lain, dan syarat-syaratnya masih bisa berubah sebelum ditandatangani.

TechCrunch mencatat valuasi $5 miliar Etched baru dikonfirmasi pada 30 Juni 2026, bersamaan dengan klaim perusahaan sudah mengantongi $1 miliar dalam pesanan pelanggan untuk chipnya. Artinya, jeda antara status unicorn dan negosiasi valuasi empat kali lipat itu cuma sekitar tiga minggu.

Chip yang dirancang khusus untuk menjalankan model, bukan melatihnya

Etched didirikan pada 2022 oleh tiga orang yang keluar dari Harvard — Gavin Uberti, Chris Zhu, dan Robert Wachen — dengan tesis yang cukup spesifik: alih-alih membuat GPU serbaguna seperti Nvidia, mereka merancang chip (disebut Sohu) yang di-hardwire khusus untuk arsitektur transformer, dan difokuskan pada inferensi — proses menjalankan model AI yang sudah jadi, bukan melatihnya dari nol.

Taruhannya adalah spesialisasi ini bisa memberi keunggulan throughput dan efisiensi daya dibanding GPU umum saat beban kerjanya murni inferensi skala besar, kebutuhan yang makin dominan seiring makin banyak perusahaan men-deploy model AI ke produksi. PYMNTS melaporkan permintaan pelanggan terhadap chip inferensi ini sudah menembus $1 miliar, meski perusahaan sendiri mengakui produk pertamanya masih dalam tahap validasi desain — belum diproduksi massal.

Papan sirkuit biru gelap tampak dari dekat, merepresentasikan desain chip semikonduktor khusus AI
Papan sirkuit biru gelap tampak dari dekat, merepresentasikan desain chip semikonduktor khusus AI

Kenapa investor berebut masuk di harga yang melonjak begitu cepat

Pola "back-to-back financing" — menjual saham di satu valuasi lalu hampir seketika menaikkan putaran baru di harga jauh lebih tinggi — bukan cerita baru di siklus investasi AI saat ini, tapi Etched jadi salah satu contoh paling ekstrem soal seberapa cepat itu bisa terjadi. Benzinga menyebut dinamika ini mencerminkan leverage yang dipegang perusahaan-perusahaan AI terdepan: investor besar bersaing keras untuk mendapat alokasi di deal yang mereka anggap bakal jadi pemenang jangka panjang, bahkan sebelum produknya benar-benar terbukti di pasar.

Bagi Etched, ini juga soal timing. Nvidia masih menguasai mayoritas pasar chip AI dan terus memperluas keunggulannya lewat kombinasi hardware-software tertutup. Startup ASIC seperti Etched — bersama nama-nama seperti Cerebras dan Groq — mencoba merebut celah spesifik: kasus penggunaan di mana chip yang lebih sempit fungsinya bisa mengalahkan GPU serbaguna dari sisi biaya per token. Kalau taruhan itu benar, jendela untuk masuk sebagai investor awal makin sempit setiap minggu — dan itulah yang tampaknya mendorong dua kelompok investor bergerak nyaris bersamaan alih-alih menunggu satu putaran resmi yang rapi.

Seseorang memegang prosesor chip komputer, merepresentasikan hardware inferensi AI generasi baru
Seseorang memegang prosesor chip komputer, merepresentasikan hardware inferensi AI generasi baru

Risiko yang belum hilang: moat software Nvidia

Taruhan sebesar ini bukan tanpa preseden gagal. Sejumlah startup chip AI sebelumnya — dari Graphcore sampai beberapa proyek ASIC generasi awal lain — kesulitan menembus pasar bukan karena chipnya lambat, tapi karena ekosistem software di sekitarnya kalah matang dibanding CUDA milik Nvidia, yang sudah dipakai default oleh mayoritas tim engineering AI selama lebih dari satu dekade. Migrasi beban kerja produksi ke chip baru berarti menulis ulang sebagian tooling, bukan sekadar mencolokkan hardware yang lebih murah.

Etched mencoba menghindari jebakan itu dengan membatasi cakupannya secara sengaja: Sohu hanya menyasar satu kelas beban kerja (inferensi transformer), bukan berusaha jadi pengganti serbaguna GPU. Itu membuat janji efisiensinya lebih mudah diverifikasi pelanggan besar, tapi juga berarti nasib perusahaan sangat bergantung pada seberapa dominan arsitektur transformer bertahan sebagai fondasi model AI generasi berikutnya — sebuah asumsi yang sejauh ini masih bertahan, tapi tidak dijamin permanen.

Takeaway

Etched belum mengapalkan chip dalam volume produksi, tapi sudah dinegosiasikan di valuasi yang menyamai perusahaan publik menengah — sinyal bahwa pasar modal AI infrastruktur sedang menghargai janji dan backlog pesanan hampir setara dengan produk yang sudah terbukti di lapangan. Untuk pembaca yang mengikuti persaingan chip AI, ini juga penanda arah baru: pertarungan bukan lagi cuma soal siapa yang bisa melatih model terbesar, tapi siapa yang bisa menjalankannya paling murah dalam skala besar — dan investor sudah taruhan besar bahwa spesialisasi hardware akan jadi pembeda di babak berikutnya.

---

Sumber gambar: Austin Distel di Unsplash, Vishnu Mohanan di Unsplash, Brian Kostiuk di Unsplash

The conversation 0

No comments yet. Start the conversation.

Comments are reviewed before appearing. Links are masked.