Komisi Eropa Wajibkan Google Buka Android untuk Asisten AI Saingan

Komisi Eropa cuma butuh dua dokumen untuk mengubah cara asisten AI bekerja di ponsel 27 negara anggotanya. Pada 16 Juli 2026, regulator itu menjatuhkan dua putusan mengikat di bawah Digital Markets Act (DMA) yang memaksa Google membagi akses tingkat sistem pada Android — yang selama ini eksklusif untuk Gemini — kepada asisten AI saingan seperti Claude, ChatGPT, dan Le Chat besutan Mistral. Ini bukan sekadar teguran administratif: putusan ini datang persis sepekan setelah Google kalah telak di pengadilan tertinggi Uni Eropa dalam kasus terpisah senilai €4,7 miliar (CNBC, TechTimes).

Apa yang sebenarnya wajib dibuka Google

Putusan pertama menyasar 11 fitur sistem Android yang dikelompokkan ke empat kategori: invocation (cara asisten dipanggil, termasuk wake word kustom), akses konteks layar, aksi lintas-aplikasi, dan akses ke sumber daya pemrosesan on-device. Sebelumnya, kesebelas fitur ini hanya bisa dipakai penuh oleh Gemini — asisten AI saingan cuma mendapat akses terbatas lewat API publik yang jauh lebih sempit. Dengan putusan ini, pengguna Android di Uni Eropa nantinya bisa mengucapkan wake word kustom dan mendapat respons dari asisten pilihan mereka dengan tingkat kedalaman akses perangkat yang sama seperti Gemini (TechTimes, Engadget).

Google harus merampungkan perubahan ini di rilis Android besar berikutnya, dengan tenggat kepatuhan penuh Juli 2027 — kurang lebih setahun dari sekarang.

gadget
gadget

Data pencarian ikut dibagi, bukan cuma Android

Putusan kedua menyasar sisi lain bisnis Google: mesin pencari. Mulai Januari 2027, Google wajib membagikan data kueri, klik, dan peringkat hasil pencarian dalam bentuk teranonimkan kepada mesin pencari dan penyedia chatbot AI pesaing yang memenuhi syarat. Skema harganya bukan negosiasi bebas — Komisi Eropa sendiri yang menetapkan struktur tarifnya, dengan prinsip wajar dan non-diskriminatif (CNBC, Business Standard).

Kombinasi dua putusan ini penting karena keduanya menyerang fondasi yang selama ini membuat Gemini unggul dibanding rival: akses sistem yang lebih dalam di perangkat, dan data pencarian yang melatih relevansi jawabannya. Begitu keduanya terbuka, keunggulan itu jadi jauh lebih tipis.

Kekalahan di pengadilan yang mempercepat semuanya

Timing putusan ini tidak kebetulan. Pada 2 Juli 2026, Google kalah dalam upaya banding di pengadilan tertinggi Uni Eropa atas denda Android senilai €4,7 miliar dari kasus antitrust lama — kekalahan yang menghapus salah satu argumen hukum utama Google untuk menahan regulasi lanjutan. Sepekan berselang, pada 9 Juli, pengadilan Eropa mengeluarkan putusan yang memberi Google hanya 18 hari untuk mematuhi kewajiban membuka lapisan AI Android, sekaligus menutup jalur pembelaan hukum terakhir yang tersisa (TechTimes, Winbuzzer). Putusan 16 Juli adalah eksekusi dari tekanan yang sudah menumpuk sejak awal bulan itu.

web development
web development

Siapa diuntungkan, dan bagaimana Google merespons

Pemenang paling jelas adalah Anthropic dan OpenAI, yang asisten mereka kini punya jalan resmi untuk beroperasi dengan kedalaman akses setara Gemini di Android. Mistral, lab AI Eropa yang paling dekat disebut "frontier", juga disebut sebagai salah satu pihak yang paling diuntungkan karena posisinya sebagai pemain lokal yang selama ini kalah akses dibanding raksasa AS (CNBC).

Google sendiri tidak tinggal diam. Presiden Urusan Global Google, Kent Walker, menyatakan putusan ini "berisiko merusak pagar privasi dan keamanan vital bagi jutaan pengguna Eropa," dan mengklaim perusahaannya "sudah berulang kali menawarkan solusi untuk menjaga pengguna sekaligus memenuhi tujuan DMA, tapi putusan ini mengabaikan bukti luas soal potensi kerugian pengguna" (Engadget). Google disebut akan mengajukan banding — tapi di bawah DMA, banding tidak otomatis menunda kewajiban kepatuhan. Google tetap harus menjalankan kedua putusan selama proses hukum berjalan, dengan ancaman denda hingga 10% dari omzet tahunan global untuk pelanggaran pertama dan naik ke 20% bagi pelanggar berulang (Business Standard).

Menariknya, Apple mengambil jalan yang jauh berbeda menghadapi tekanan DMA yang sama. Alih-alih melawan sampai kalah di pengadilan seperti Google, Apple sudah lebih dulu mengizinkan pengguna Uni Eropa mengganti asisten suara default dari Siri lewat iOS 26.2, dan berencana membuka akses penuh Siri ke asisten pihak ketiga di iOS 27 — meski sempat menunda peluncuran Apple Intelligence di Eropa gara-gara kekhawatiran interoperabilitas yang sama. Apple berargumen langkah wajib itu akan memaksa mereka "memberi asisten virtual mana pun akses langsung ke data pribadi pengguna," tapi memilih mengalah lebih awal ketimbang menantang Komisi Eropa secara terbuka seperti Google (CNN Business).

Takeaway

Dalam setahun ke depan, Android di Uni Eropa akan berubah dari platform tertutup untuk Gemini menjadi ladang kompetisi asisten AI yang sesungguhnya — dan Google tidak lagi punya jalur hukum untuk menunda itu. Yang layak diawasi berikutnya bukan cuma bagaimana Anthropic, OpenAI, dan Mistral memanfaatkan akses baru ini, tapi juga apakah regulator di luar Eropa — mulai dari AS sampai Asia — mengambil pola serupa untuk memaksa raksasa platform membuka lapisan AI mereka. Preseden DMA jarang berhenti di perbatasan Eropa saja.

---

Sumber gambar: Vojtech Bruzek di Unsplash Sumber gambar: William Hook di Unsplash Sumber gambar: Glenn Carstens-Peters di Unsplash

The conversation 0

No comments yet. Start the conversation.

Comments are reviewed before appearing. Links are masked.