Selasa lalu Intel mengumumkan laba per saham $0,42 — hampir dua kali lipat dari ekspektasi analis $0,22 — dengan pendapatan $16,1 miliar, jauh di atas perkiraan $14,42 miliar. Ini pertumbuhan pendapatan kuartalan tercepat Intel dalam hampir 15 tahun, menurut laporan CNBC. Saham sempat menguat di perdagangan setelah jam bursa. Lalu Jumat (24/7) datang, dan sahamnya justru berbalik anjlok hampir 8% dalam satu sesi — reaksi yang terasa berlawanan dengan arah angkanya.
Angka yang seharusnya bikin investor senang
Segmen Data Center and AI Intel mencatat pertumbuhan server sebesar 59%, didorong permintaan chip AI dan infrastruktur cloud yang terus membengkak, menurut rekap earnings call di BigGo Finance. Panduan kuartal ketiga pun ikut naik: Intel memproyeksikan pendapatan Q3 di kisaran $15,8-16,8 miliar dengan EPS $0,38, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebelumnya, seperti dicatat Seeking Alpha. Di atas kertas, ini laporan kuartalan yang nyaris sempurna untuk perusahaan yang dua tahun terakhir sibuk menjelaskan kenapa ia tertinggal dari TSMC dan Nvidia.
Kenapa sahamnya malah dihukum pasar
Jawabannya ada di satu baris panduan belanja modal. Manajemen menaikkan proyeksi capex 2026 dari $18 miliar menjadi di atas $20 miliar, dan secara eksplisit bilang bahwa capex 2027 akan "jauh lebih besar" lagi dibanding 2026. Bloomberg mencatat saham Intel membalikkan penguatan awal dan anjlok 7,89% pada sesi Jumat — penurunan tunggal terbesarnya sepanjang tahun ini. Pasar sedang dalam mode skeptis terhadap belanja AI raksasa setelah rentetan kekhawatiran soal ROI infrastruktur AI di seluruh industri; angka capex sebesar itu, meski dijustifikasi oleh permintaan yang nyata, dibaca sebagai sinyal bahwa arus kas bebas Intel akan tertekan lebih lama sebelum investasi ini membuahkan hasil.
Bukan cuma Intel — Alphabet kena pola yang sama
Dua hari sebelum laporan Intel, Alphabet mengalami skrip serupa. Perusahaan induk Google membukukan pendapatan $119,8 miliar, jauh melampaui ekspektasi $116,51 miliar, dan mencatat pertumbuhan dua digit selama 12 kuartal beruntun — tapi sahamnya justru turun karena menaikkan panduan capex 2026 dari $180-190 miliar menjadi $195-205 miliar, seperti dilaporkan CNBC. Transkrip earnings call yang dikutip Investing.com mencatat sekitar 60% dari tambahan belanja itu bakal mengalir ke server, sisanya ke pusat data dan jaringan. Pola dua raksasa chip dan cloud dihukum pasar di pekan yang sama, meski laporan keuangannya sama-sama kuat, menunjukkan investor sedang lebih fokus pada "berapa lama sebelum capex ini balik modal" ketimbang sekadar "seberapa besar pertumbuhannya sekarang".
Taruhan di balik angka capex: 18A dan 14A
Uang itu tidak dibakar tanpa arah. Dalam earnings call, CEO Lip-Bu Tan menekankan bahwa node 18A dan 18A-P sudah melampaui target volume internal, dengan yield yang berjalan lebih cepat dari perkiraan — sementara node 14A berikutnya ditargetkan mulai risk production di 2027 dan ramp volume tinggi di 2028. Mayoritas belanja modal ini dialokasikan ke fasilitas fab canggih di jaringan AS milik Intel, bukan sekadar kapasitas pengemasan, karena front-end fab jauh lebih mahal dibangun dibanding fasilitas packaging. Ini inti dari taruhan Intel Foundry: kalau 18A dan 14A benar-benar matang sesuai jadwal, kapasitas produksi tambahan ini bisa jadi alasan Intel dapat pelanggan foundry eksternal baru — bukan cuma memproduksi cip untuk dirinya sendiri.
Takeaway
Laporan Q2 2026 Intel menunjukkan pola yang makin umum di era belanja infrastruktur AI: hasil operasional yang kuat tidak lagi cukup kalau pasar menilai rencana belanja modal ke depan terlalu agresif relatif terhadap kepastian imbal hasilnya. Bagi Intel, ini momen krusial — buktinya sudah ada di angka pertumbuhan segmen Data Center and AI dan progres node 18A, tapi investor menuntut kejelasan lebih jauh soal kapan capex sebesar itu akan berbalik jadi arus kas bebas. Kalau 14A benar-benar siap risk production di 2027 seperti dijanjikan, narasi ini bisa berbalik cepat; kalau meleset, tekanan pada saham Intel kemungkinan berlanjut ke kuartal-kuartal berikutnya.
---
Sumber gambar: Umberto di Unsplash, imgix di Unsplash, Annie Spratt di Unsplash
The conversation 0
No comments yet. Start the conversation.