Delapan bulan lalu, Hugging Face menolak mentah-mentah tawaran investasi $500 juta dari Nvidia — angka itu akan mematok valuasi startup hosting model AI ini di $7 miliar, dan CEO Clem Delangue tak mau satu investor dominan ikut menyetir arah perusahaan yang selama ini dijaga netral dari satu vendor mana pun. Rabu (26/8), Nvidia justru dilaporkan sepakat membeli seluruh Hugging Face — bukan lagi sekadar berinvestasi — seharga $12,9 miliar, hampir dua kali lipat valuasi yang sempat ditolak itu, menurut laporan The Information yang kemudian dikonfirmasi CNBC dan Forbes (CNBC). Kesepakatan ini belum ditandatangani resmi kedua perusahaan dan masih bisa batal, tapi kalau rampung, ini akan jadi akuisisi terbesar Nvidia sejauh ini.
Dari Tawaran yang Ditolak ke Kesepakatan Senilai $12,9 Miliar
Hugging Face didirikan tahun 2016 dan sejak itu tumbuh jadi tempat paling ramai bagi peneliti dan developer membagikan serta mengunduh model, dataset, dan tool AI open-source — dijuluki banyak orang sebagai "GitHub-nya AI" (Tech Startups). Terakhir kali nilainya dipatok publik adalah putaran pendanaan $235 juta pada 2023, yang menaruh valuasinya di $4,5 miliar. Dengan pendapatan yang dilaporkan baru sekitar $150 juta, kesepakatan $12,9 miliar ini jauh melampaui rasio valuasi-terhadap-pendapatan yang lazim untuk perusahaan software (247wallst) — tanda seberapa besar Nvidia menghargai posisi Hugging Face sebagai titik distribusi model AI, bukan sekadar bisnis hosting biasa.
Belum ada pengumuman resmi dari salah satu perusahaan soal struktur transaksi, jadwal closing, atau apakah Delangue dan tim akan tetap memimpin unit ini di bawah Nvidia. Yang jelas berubah dari penawaran Januari lalu: kali ini Nvidia tidak menawar sebagian saham sebagai investor minoritas, tapi mengincar kepemilikan penuh.
Kenapa Nvidia Mau Jadi Penjaga Gerbang Model AI
Bagi Nvidia, akuisisi ini adalah lompatan dari sekadar penjual chip jadi pengendali lapisan software dan distribusi model tempat chip-chip itu dipakai. Hugging Face juga menyewakan komputasi cloud bagi developer yang menjalankan model langsung dari platformnya — artinya kesepakatan ini bisa jadi jalan balik Nvidia ke bisnis cloud computing, area yang selama ini ia layani lewat pelanggan hyperscaler, bukan langsung ke pengguna akhir.
Kedua perusahaan sebenarnya bukan orang asing satu sama lain. Sejak 2023, Nvidia dan Hugging Face sudah bermitra menghubungkan jutaan developer ke layanan supercomputing generative AI lewat integrasi platform hosting model Hugging Face dengan infrastruktur cloud Nvidia (Nvidia Investor Relations). Akuisisi ini, dengan kata lain, lebih terasa sebagai kelanjutan hubungan yang sudah berjalan tiga tahun ketimbang langkah dari nol.
Yang menarik, CEO Hugging Face Clem Delangue sepanjang 2026 justru makin terbuka menyuarakan dukungan pada Nvidia, di tengah perdebatan di Washington soal kemungkinan pembatasan model open-weight. Lima bulan sebelum kesepakatan ini mencuat, ia menulis di LinkedIn: "I'm officially calling it: Nvidia is the new king of American open-source AI" — pernyataan yang belakangan terasa seperti sinyal awal dari arah yang kini terwujud lewat akuisisi ini (Forbes).
"GitHub of AI" di Tangan Pembuat Chip: Netralitas dan Bayang-Bayang Antitrust
Kritik langsung muncul begitu kabar ini menyebar. Ringkasan yang paling sering dikutip: kesepakatan ini menaruh "para raja closed source dalam kendali atas GitHub-nya AI" (SDxCentral). Selama ini, nilai Hugging Face sebagian besar datang dari kesukarelaan komunitas — peneliti mengunggah bobot model mereka ke sana justru karena platformnya dianggap tidak berpihak pada satu vendor chip atau cloud tertentu. Begitu Nvidia jadi pemiliknya, kekhawatirannya adalah rival pembuat chip dan bagian dari komunitas open-source bisa mulai ragu menaruh kepercayaan yang sama.
Nvidia sendiri sudah berada di bawah sorotan regulator atas dominasinya di pasar akselerator AI, plus tekanan antitrust dari Uni Eropa terkait akuisisi-akuisisinya yang lain. Mengambil alih lapisan hosting default untuk ekosistem model AI adalah persis jenis langkah vertikal yang diawasi ketat regulator antimonopoli, termasuk FTC yang belakangan makin waspada terhadap kesepakatan "merger dengan kedok lain" di industri AI. Regulator kemungkinan akan menilai apakah menggabungkan produsen hardware dominan dengan platform kolaborasi AI terkemuka menciptakan hambatan yang merugikan kompetitor.
Takeaway
Kalau kesepakatan ini benar-benar rampung, Nvidia bukan cuma memasok chip untuk melatih dan menjalankan model AI — ia juga akan mengendalikan tempat sebagian besar model open-source itu disimpan, dibagikan, dan diunduh. Itu kombinasi kekuatan yang jarang dipegang satu perusahaan sekaligus, dan alasan kenapa reaksi pertama dari luar Nvidia lebih banyak berupa kekhawatiran ketimbang sambutan — meski CEO Hugging Face sendiri tampak sudah lama condong ke arah ini. Sampai kesepakatan ditandatangani resmi dan detail strukturnya dibuka ke publik, termasuk bagaimana ia lolos dari kemungkinan tinjauan antitrust, ini masih berstatus laporan yang dikonfirmasi banyak sumber tapi belum jadi fakta di atas kertas.
---
Sumber gambar: Domaintechnik di Unsplash, Vishnu Mohanan di Unsplash, Igor Omilaev di Unsplash
The conversation 0
No comments yet. Start the conversation.