Angka $150.000 itu bukan per gugatan, melainkan per lagu — dan menurut dokumen setebal 48 halaman yang didaftarkan Sony Music Publishing serta Warner Chappell Music ke pengadilan federal California, Anthropic diduga memakai "puluhan ribu" komposisi berhak cipta untuk melatih Claude. Kalikan saja, dan potensi ganti rugi tembus miliaran dolar. Yang membuat gugatan ini beda dari deretan kasus hak cipta AI sebelumnya: untuk pertama kalinya, CEO Dario Amodei dan co-founder Benjamin Mann didaftarkan sebagai tergugat secara pribadi, bukan cuma perusahaannya Variety.
Isi Gugatan: "Kampanye yang Brazen"
Gugatan yang didaftarkan Jumat malam di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California itu memakai bahasa yang tajam. Kutipan langsung dari dokumennya: "Defendants Anthropic and its founders Dario Amodei and Benjamin Mann have conducted a brazen campaign of illegally torrenting, scraping, and downloading copyrighted works on a massive scale in order to develop, operate, and reap enormous profits from Anthropic's 'Claude' series of artificial intelligence models" TechCrunch.
Lagu-lagu yang disebut secara spesifik dalam dokumen bukan sembarang katalog — ada "All I Want for Christmas Is You" milik Mariah Carey, "Paper Rings" milik Taylor Swift, "Ain't No Mountain High Enough" dari Marvin Gaye dan Tammi Terrell, hingga "Eye of the Tiger", "I Am the Walrus", dan "Hallelujah" versi Leonard Cohen Fortune. Sony dan Warner Chappell menuntut ganti rugi statutori hingga $150.000 per komposisi yang dilanggar secara sengaja, ditambah hingga $25.000 untuk setiap kasus penghapusan informasi manajemen hak cipta — kombinasi yang membuat Music Business Worldwide menyebutnya "salah satu pencurian kekayaan intelektual paling besar dan paling terang-terangan dalam sejarah" Music Business Worldwide.
Selain ganti rugi, Sony Music Publishing dan Warner Chappell juga meminta pengadilan mengeluarkan injunksi permanen agar Anthropic berhenti memakai katalog mereka, mewajibkan perusahaan memberi laporan rinci soal data dan metode pelatihan Claude, serta memusnahkan salinan karya yang diduga bajakan di bawah pengawasan pengadilan — dan secara eksplisit meminta persidangan dengan juri, bukan sekadar putusan hakim tunggal Business Standard. Kombinasi tuntutan uang plus injunksi ini penting: kalaupun Anthropic bersedia membayar denda, gugatan tetap bisa memaksa perusahaan membuka cara ia mengumpulkan data latih ke depan, bukan cuma menyelesaikan sengketa masa lalu dengan cek.
Kenapa Nama Pendiri Ikut Diseret
Menuntut sebuah startup AI multi-miliar dolar sudah biasa terjadi sepanjang 2025-2026. Yang tidak biasa adalah mendaftarkan CEO dan co-founder-nya sebagai tergugat pribadi. Secara hukum, langkah ini membuka kemungkinan tanggung jawab pribadi Amodei dan Mann di luar aset korporat Anthropic — sebuah eskalasi yang menurut Axios mengubah nada gugatan-gugatan hak cipta AI dari sekadar sengketa bisnis menjadi personal accountability para pendiri atas keputusan pelatihan model Axios. Anthropic sejauh ini merespons singkat: "We disagree with the publishers' claims and we intend to defend ourselves robustly in court" — tanpa membantah detail spesifik soal torrenting atau scraping yang dituduhkan.
Bukan Gugatan Pertama, dan Mungkin Bukan yang Terakhir
Sony dan Warner Chappell menyusul barisan penggugat yang sudah lebih dulu antre. Januari 2026, kelompok penerbit musik lain sudah menggugat Anthropic senilai lebih dari $3 miliar atas dugaan pembajakan 20.000 karya. Akhir Agustus, Round Hill Music mengajukan gugatan terpisah senilai hingga $1 miliar terhadap Anthropic sekaligus Suno atas tuduhan serupa Variety. Suno sendiri sudah digugat oleh tiga label besar — Warner Music Group, Universal Music Group, dan Sony Music — meski sempat menyelesaikan sengketa dengan WMG lewat penyelesaian di luar pengadilan.
Polanya konsisten: industri musik memperlakukan pelatihan model AI atas katalog berhak cipta sebagai pencurian skala industri, bukan celah abu-abu fair use. Bedanya kali ini, Sony Music Publishing dan Warner Chappell — dua penerbit musik terbesar di dunia — maju bersamaan dengan tuntutan yang menyasar langsung ke individu di puncak Anthropic, bukan cuma badan hukumnya.
Yang Dipertaruhkan
Kalau pengadilan mengabulkan sekalipun sebagian kecil dari tuntutan $150.000 per lagu untuk "puluhan ribu" komposisi yang disebut dalam gugatan, eksposur finansial Anthropic bisa jauh melampaui putaran pendanaan terbesarnya. Tapi angka bukan satu-satunya taruhan — preseden hukum dari kasus ini akan ikut menentukan apakah scraping data berhak cipta untuk melatih model bahasa besar tetap bisa berlindung di bawah argumen fair use, atau justru dianggap pelanggaran langsung yang membuka pintu bagi gelombang gugatan serupa dari industri kreatif lain.
Takeaway
Gugatan Sony Music Publishing dan Warner Chappell terhadap Anthropic bukan sekadar sengketa lisensi biasa — tuntutan $150.000 per lagu dari "puluhan ribu" komposisi, ditambah nama pribadi Dario Amodei dan Benjamin Mann sebagai tergugat, menandai eskalasi baru dalam perang hukum industri kreatif melawan lab AI. Anthropic bersikeras akan "defend ourselves robustly in court", tapi dengan Round Hill Music dan penerbit lain sudah lebih dulu antre di pengadilan yang sama, tekanan hukum terhadap cara model AI dilatih dari data berhak cipta jelas belum mereda.
---
Sumber gambar: Markus Spiske di Unsplash, Vishnu Mohanan di Unsplash, Brian Kostiuk di Unsplash
The conversation 0
No comments yet. Start the conversation.