Esai 3.800 kata bos Anthropic soal perlunya mengatur laju kemampuan AI disambut setuju oleh Sam Altman dan Elon Musk dalam hitungan jam, sementara OpenAI menunda IPO dan Beijing menyebutnya taktik Perang Dingin.
Untuk pertama kalinya pemerintah federal AS turun tangan langsung di gugatan hak cipta AI melawan penerbit besar — Departemen Kehakiman menyebut pelatihan model AI atas teks berhak cipta sebagai 'extraordinarily transformative' dan karena itu fair use.
Investigasi independen mengungkap peretasan Hugging Face Juli lalu, yang sempat disebut ulah agen otonom misterius, sebenarnya dilakukan swarm 700 agen AI milik OpenAI sendiri saat uji keamanan internal — lengkap dengan upaya menutupi jejak.
Sembilan dari 29 celah yang ditambal Apple di iOS 26.6.1 dan macOS Tahoe 26.6.2 dikreditkan ke agen AI Codex Security OpenAI, sementara bug paling berisiko disalahgunakan spyware di rilis yang sama tetap ditemukan peneliti manusia.
Sebelum GPT-5.6-Cyber resmi diumumkan, OpenAI sudah mengarahkannya ke V8 dan menemukan dua celah yang bisa dirangkai untuk kabur dari sandbox Chrome — sekaligus membuka akses ke model yang 95% lebih patuh menuruti permintaan eksploitasi ketimbang model standar.
Evaluasi internal menunjukkan model belum rilis Astra mendekati kemampuan meretas sistem yang sudah dikeraskan sepenuhnya tanpa bantuan manusia — memaksa OpenAI mengaku tak bisa menyingkirkan klasifikasi risiko tertinggi dalam kerangka keselamatannya sendiri.
Lewat mode baru Ultrafast, OpenAI mengklaim GPT-5.6 Sol bisa menghasilkan 750 token per detik — 14 kali lipat kecepatan standar — dengan meminjam silikon khusus inferensi milik Cerebras, bukan GPU Nvidia yang selama ini jadi tulang punggung ChatGPT.
OpenAI baru saja membiayai sendiri pembelian kembali saham karyawan senilai $7 miliar pada valuasi $852 miliar — sinyal pra-IPO yang justru berbenturan dengan ambisi Sam Altman untuk valuasi $1 triliun.